Assalamu Alaikum Wr.Wb
Kehidupan manusia di dunia sesungguhnya tempat mencari bekal untuk kehidupannya di akhirat. Bekal tersebut taqwa menjalankan perintah Alloh dan meninggalkan segala laranganNya. Alloh Subhanahu wa Taala tidak memerintahkan hambaNya semata-mata beribadah kepadaNya. Di luar waktu beribadah kepadaNya diperintahkan agar hambaNya bekeria di berbagai lapangan pekerjaan dan dunia usaha. Tidak boleh meninggalkan kenikmatan duniawi demi mencapai kebahagiaan hidup di akhirat demikian pula sebaliknya.
Muhasabatun Nafs
Tidak lama lagi umat Islam memasuki tahun baru hijriyah. Cara yang tepat dengan adanya pergantian tahun adalah dengan cara muhasabatun nafs atau introspeksi diri. Muhasabah adalah melakukan evaluasi, dan bersikap kritis kepada diri sendiri. Rosululloh Shalallahu alaihi wa Salam mengajarkan kepada kita untuk muhasabah sesuai sabdanya :
الكَيِّس مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِما بَعْدَ الْموْتِ وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَه هَواهَا وتمَنَّى عَلَى اللَّهِ
“Orang yang beruntung adalah orang yang menghisab dirinya serta beramal untuk kehidupan setelah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsu serta berangan-angan terhadap Alloh Subhanahu wa Ta’ala akan mengampuni dosanya.” (HR. Tirmidzi)
Berkata ‘Umar bin Al Khotthob Rodhiyallohu ‘anhu :
حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا وَزِنُوها قَبْلَ أَنْ تُوزَنُوا وَتَأهَّبُوا لِلْعَرْضِ الْأَكْبَرِ
“Hendaklah kalian menghisab diri kalian sebelum kalian dihisab dan hendaklah kalian menimbang diri kalian sebelum kalian ditimbang dan bersiap-siaplah untuk hari besar ditampakkannya amal”(HR.Ibni Abi Dunya)
Jika hari ini kita sama dengan hari esok maka kita termasuklah orang yang rugi. Jika hari ini kita lebih buruk jika dibandingkan hari kemarin maka kita termasuklah orang yang celaka. Ingatlah firman Alloh :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ
إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Alloh dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Alloh, Sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Hasyr 18).
Raihlah Akhirot dengan Dunia
Hari ini kita masih diberikan nikmat umur panjang, nikmat kesehatan, nikmat iman dan Islam. Pergunakanlah nikmat itu sesuai dengan perintah Alloh, karena setiap hari yang kita lalui sesungguhnya semakin mendekatkan kepada kematian. Maka berbahagialah hamba Alloh SWT yang bisa memanfaatkan waktu hidupnya di dunia dengan mengerjakan amal saleh untuk dunia dan akhirat.
وَابْتَغِ فِيمَا آَتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآَخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Alloh kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi untuk berbagi sesama” (QS. Al Qoshshosh 77)
Maksud ayat di atas adalah hendaklah seorang mukmin menggunakan nikmat dunia yang Alloh berikan untuk menggapai kehidupan akhirat yaitu Surga. Karena seorang mukmin hendaklah memanfaatkan dunianya untuk hal yang bermanfaat bagi akhiratnya.
Imam Ibnu Katsir menjelaskan mengenai ayat tersebut,
اِسْتَعْمَلَ مَا وَهَبَكَ اللَّهُ مِنْ هَذَا المَالِ الجَزِيْلِ وَالنِّعْمَةِ الطَّائِلَةِ فيِ طَاعَةِ رَبَّكَ وَالتَّقَرَُبَ إِلَيْهِ بِأَنْوَاعِ القَرَبَاتِ الَّتِيْ يَحْصُلُ لَكَ بِهَا الثَّوَابَ فيِ الدَّارِ الآخِرَةِ
“Gunakanlah yang telah Alloh anugerahkan untukmu dari harta dan nikmat yang besar untuk thoat pada Rabbmu dan membuat dirimu semakin dekat pada Alloh dengan berbagai macam ketaatan. Dengan ini semua, engkau dapat menggapai pahala di kehidupan akhirat.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim 6: 37).
Di akhir ayat diatas disebutkan :
وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ
“Dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Alloh telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS. Al Qoshshosh 77).
Ayat ini memerintahkan kita untuk berbuat baik pada makhluk Alloh sebagaimana Alloh telah memberi kebaikan untuk kita. Janganlah tujuan hidup kita di muka bumi untuk berbuat kerusakan dan menyakiti makhluk lain. Sesungguhnya Allah benar-benar tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan.
Jadikan Akhirat Tujuan Utama
Seorang mukmin seharusnya menempakan kehidupan akhirot sebagai tujuan utama bukan dunia. Namun betapa banyak manusia yang lalai akan hal ini. Mereka hanya mengejar dunia dan banyak lupa pada akhirat. Mereka tidak mau mengenal Islam, tidak mau belajar agama, melupakan mengkaji Al Qur’an, sampai lupa pula akan kewajiban Sholat lima waktu dan kewajiban lainnya. Ingat dan kecamkan hadits berikut ini :
مَنْ كَانَتِ الآخِرَةُ هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ غِنَاهُ فِى قَلْبِهِ وَجَمَعَ لَهُ شَمْلَهُ وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِىَ رَاغِمَةٌ
وَمَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَفَرَّقَ عَلَيْهِ شَمْلَهَ وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلاَّ مَا قُدِّرَ لَهُ
“Barangsiapa yang niatnya adalah untuk menggapai akhirot, maka Alloh akan memberikan kecukupan dalam hatinya, Dia akan menyatukan keinginannya yang tercerai berai, dunia pun akan dia peroleh dan tunduk hina padanya. Barangsiapa yang niatnya adalah untuk menggapai dunia, maka Alloh akan menjadikan dia tidak pernah merasa cukup, akan mencerai beraikan keinginannya, dunia pun tidak dia peroleh kecuali yang telah ditetapkan baginya.” (HR. Tirmidzi)
Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman dalam hadist qudsi:
يَا ابْنَ آدَمَ! تَفَرَّغْ لِعِبَادَتِيْ أَمْلأْ صَدْ رَكَ غِنًى وَأَسُدَّ فَقْرَكَ وَإِنْ لاَ تَفْعَلْ مَلأْتُ يَدَكَ شُغْلاً
وَلَمْ أَسُدَّ فَقْرَكْ
“Wahai Anak Adam…luangkanlah waktu untuk ibadah kepadaKu maka Aku isi dadamu dengan kekayaan dan Aku tutup kekafiranmu. Jika tidak demikian maka Aku isikan kesibukan di mukamu dan Aku tidak menutup kefakiranmu”. (HR. Ibnu Majah)
Semoga Alloh menjadikan pada benak dan tujuan utama hidup kita adalah kehidupan hakiki di akhirot…Amin
Sumber :
1. Al Quran terjemahan Kementrian Agama
2. Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim
3. HR. Tirmidzi
4.